Jenis-Jenis Koperasi Yang Sering Di Dengar

Koperasi sangat mudah ditemui di mana-mana. Kita mungkin akan menyangka bahwa koperasi tersebut berada di bawah kepemilikan orang yang sama, seorang pebisnis sangat sukses sehingga dapat membuka cabang koperasi di hampir semua daerah Indonesia. Namun, itu salah besar. Koperasi berada di bawah kepemilikan orang yang berbeda-beda dan jenis-jenis koperasi pun dapat dibedakan dalam empat kategori, yakni : berdasarkan status usaha, fungsi, jenis usaha, dan status anggotanya. Berikut ini merupakan sedikit pembahasan perihal koperasi yang paling umum dijumpai di negeri ini.

jenis-jenis koperasi

Berdasarkan Status Anggota

• Koperasi Pegawai Negeri
Koperasi yang satu ini dikhususkan bagi para anggota Pegawai Negeri Sipil dan didirikan oleh pemerintah masing-masing daerah. Namun koperasi PNS juga dapat berkembang dalam bentuk koperasi yang lebih kecil jika instansi terkait memutuskan mendirikan koperasi tambahan per departemen.

• Koperasi Unit Desa
Sesuai namanya, merupakan koperasi yang ditujukan untuk kepentingan perekonomian di sebuah desa yang mayoritas memiliki hasil pertanian maupun peternakan melimpah.

• Koperasi Pasar
Jenis-jenis koperasi selanjutnya adalah Koperasi Pasar. Didirikan di daerah pasar utama dari sebuah kota sebagai pusat simpan pinjam modal usaha para pedagang di sekitar. Hal ini sangat membantu pada pedagang yang dahulu mengandalkan pinjaman mencekik dari para lintah darat.

• Koperasi Pondok Pesantren
Koperasi yang satu ini beroperasi dalam ruang lingkup pesantren, ditujukan kepada baik santri maupun staf pengelola pondok dan para pengajar. Bagi santri tidak disediakan layanan simpan pinjam keuangan, melainkan keringanan untuk mencicil barang-barang keperluan selama di pondok pesantren.

• Koperasi Sekolah
Tidak lain dan tidak bukan merupakan milik sebuah institusi pendidikan yang umumnya menjual barang-barang keperluan siswa dan pengajar, serta menyediakan layanan simpan pinjam keuangan bagi staf sekolah.

Berdasarkan Jenis Usaha

• Koperasi Produksi di mana koperasi berperan serta dalam menjualkan hasil produksi perseorangan dari anggotanya. Misalkan seorang peternak sapi, setiap harinya dapat dibantu untuk menjualkan susu sapi segar yang dapat diperah setiap pagi.
• Koperasi Simpan Pinjam yang didirikan oleh para anggota dan modal yang dikumpulkan tersebutlah menjadi dana pinjaman awal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *